Gejala dan Tanda Kanker Payudara

4539 views

Gejala awal kanker payudara berupa sebuah benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dan jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan nyeni, dan memîliki pinggiran yang tidak teratur. Pada stadium awal, jika didorong oleh jan tangan, benjolan tersebut dapat digerakkan dengan mudah di bawah kulit. Pada stadium lanjut, benjolan biasanya melekat pada dinding dada atau kulit di sekitarnya. Pada kanker stadium lanjut, bisa benjolan yang membengkak atau borok di kulit payudara, terkadang, kulit di atas benjolan mengerut dan tampak seperti kulit jeruk.

Gejala-Gejala Lain

Selain adanya benjolan di bawah kulit payudara, terdapat tanda lain yang dapat dijadikan sebagai indikasj terjangkitnya kanker payudara, di antaranya:

  1. adanya benjolan atau massa di ketiak,
  2. adanya perubahan ukuran atau bentuk payudara,
  3. keluarnya cairan yang abnormal dan puting susu (biasanya berdarah atau berwarna kuning sampai hijau, mungkin juga bernanah),
  4. adanya perubahan warna atau tekstur kulit pada payudara, puting susu, maupun areola (daerah berwarna cokelat tua di sekeliling puting susu),
  5. payudara tampak kemerahan,
  6. kulit di sekitar puting susu bersisik,
  7. puting susu tertarik ke dalam atau terasa gatal,
  8. rasa nyeri payudara atau pembengkakan pada salah satu payudara, dan 3 stadium lanjut, bisa timbul nyerî tulang, penurunan berat badan, pembengkakan lengan, atau ulserasi kulit.

deteksi dini kanker payudara

Penyaringan

Kanker pada stadium awal jarang menimbulkan gejala. OIeh karena itu, sangat penting untuk melakukan penyaringan. Berikut eberapa prosedur yang digunakan untuk penyaringan kanker payudara:

a. SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri)

Jika SADARI dilakukan secara rutin, seorang wanita akan dapat menemukan benjolan pada stadium dini. Sebaîknya, SADARI dilakukan pada waktu yang sama setiap bulan. Bagi wanita yang masih mengalami menstruasi, waktu yang paling tepat untuk melakukan SADARI adalah 7—10 han sesudah han pertama menstruasi. Bagi wanita pascamenopause, SADARI bisa dilakukan kapan saja, tetapi dilakukan secara rutin setiap bulan (misalnya setiap awal bulan). Berikut beberapa tahap saat melakukan SADARI:

  1. Berdiri di depan cermin, perhatikan payudara. Dalam keadaan normal, ukuran payudara kin dan kanan sedikit berbeda. Perhatikan perubahan perbedaan ukuran antara payudara kin dan kanan, serta perubahan pada puting susu (misalnya tertarik kedalam) atau keluarnya cairan dan puting susu. Perhatikan apakah kulit pada puting susu berkerut.
  2. Masih berdiri di depan cermin, kedua telapak tangan diletakkan di belakang kepala dan kedua tangan ditarik ke belakang. Dengan posisi Seperti ini, akan Iebih mudah untuk menemukan perubahan kecil akibat kanker. Perhatikanlah perubahan bentuk dan kontur payudara, terutama pada payudara bagian
  3. Kedua tangan di Ietakkan di pinggang dan badan agak condong ke arah cermin. Kemudian, tekan bahu dan siku ke arah depan. Perhatikan perubahan ukuran dan kontur payudara.
  4. Angkat lengan kin. Dengan menggunakan tiga atau empatjari tangan kanan, telusuri payudara kiri. Gerak kan jari-jari tangan secara memutar (membentuk Iingkaran kecil) di sekeliling payudara, mulai dan tepi luar payudara lalu bergerak ke arah dalam sampai ke puting susu. Tekan secara penlahan, rasakan setiap benjolan atau massa di bawah kulit. Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan dengan cara mengangkat lengan kanan dan memeniksanya dengan tangan kin. Perhatikanjuga daerah antara keduapayudara dan ketiak. Pemeriksaan ¡ni lebih mudah dilakukan pada saat mandi karena tangan yang basahIebih mudah digerakkan dan kulit Iebih licin.sadari-pemeriksaan payudara sendiri
  5. Tekan puting susu secara perlahan dan perhatikan adakah cairan yang keluar dan puting susu. Lakukan hal ini secara bergantian pada payudara kin dan kanan. Langkah ini juga lebih mudah dilakukan pada saat mandi.
  6. Berbaring telentang dengan bantal diletakkan di bawah bahu kiri dan lengan kiri ditarik ke atas. Telusuri payudara kiri menggunakan jari-jari tangan kanan. Dengan posisi seperti ini, payudara akan mendatar dan memudahkan pemeriksaan yang akan kita praktikan. Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan dengan meletakkan bantal di bawah bahu kanan dan mengangkat lengan kanan, kemudian penelusuran payudara dilakukan Oleh jari-jari tangan kiri.

Mammografi

Pada mammografi digunakan sinar-X dosis rendah untuk menemukan daerah yang abnormal pada payudara. Para ahil menganjurkan kepada setiap wanita yang berusia di atas 40 tahun untuk melakukan teknik ini secara rutin setiap 1—2 tahun dan pada usia 50 tahun ke atas setahun sekali.

USG Payudara

USG digunakan untuk membedakan kista (kantung berisi cairan) dengan benjolan padat.

Termografi

Pada termografi digunakan suhu untuk menemukan kelainan pada payudara.

Demikian, semoga bermanfaat.

Tags: #Kanker Payudara