3 Faktor Yang Mempengaruhi Badan Gemuk dan Badan Langsing

1546 views

Pada kesempatan ini sehatalamikita.com akan membahas tentang faktor-faktor yang berpengaruh pada badan gemuk dan badan langsing, tulisan ini diambil dari sebuah buku yang berjudul Sehat dan Ramping yang didalamnya membahas tentang bagaimana mendapatkan badan langsing dan tetap sehat denga berbagai tips mendapatkan badan langsing yang sehat.

FAKTOR PERTAMA

Provokasi negatif merupakan faktor pertama mengapa orang dengan obesitas atau kegemukan merasa aman dan nyaman. Provokasi negatif ini nyatanya sangat berpengaruh. Saya sering tidak dapat memahami mengapa ada orang yang Sangat gemuk bisa berada di antara teman-temannya yang Iangsing dan terlihat asyik bersenda gurau sambil menikmati makanan berlemak dan minuman soda secara berlebihan. Tanpa merasa bersalah, la memakan habis porsinya, bah kan memakan porsi sisa milik temannya. Provokasi negatif dan teman sekitar membuat si gemuk ini nyaman dan aman ketika mengonsumsi makanan dan minuman secara berlebih.

Contoh provokasi negatif yang sering terdengar antara lain:

  • ‘Ayo makan dong… besok aja dietnya.”badan gemuk atau badan langsing
  • “Gak selisih, habiskan saja….”
  • “Coba yang ini, ini beda, lebih enak!”
  • “Hari Ini bebas, besok dibakar di fitness.”
  • “Kamu gak gemuk kok, hanya kelebihan berat badan”
  • “Kamu kalau kurus jelek, bagus gemuk begini….”
  • “Gemuk itu lambang kemakmuran lho.”
  • “Gak apa kok, walau kamu tambah gemuk, aku tetap mencintaimu.”
  • “Kamu memang harus gemuk, kamu memang gemuk keturunan.”

Rangkaian puisi manis yang terdengar “indah” di telinga itu sebenarnya hanyalah provokasi negatif yang membuat orang gemuk semakin sakit dan bahkan bisa saja tidak tertolong. Mereka bisa mengalami perubahan dan overweigth (kelebihan berat badan) sampai menjadi obesitas (kegemukan ke arah sakit).

FAKTOR KEDUA

Faktor kedua yang berpengaruh adalah perhatian negatif. Perhatian ini membuat orang obesitas merasa aman dan nyaman, yang merupakan kebalikan dan faktor pertama provokasi negatif. Jika faktor pertama adalah pendapat yang menjerumuskan maka faktor kedua ini adalah suatu bentuk dan rasa kasihan (perhatian negatif) dan orang terdekat, misal keluarga atau sahabat yang berpikirjangka pendek. Awalnya karena tidak tega terhadap perjuangan si gemuk untuk berdiet menurunkan berat badan, akhirnya mereka mengeluarkan pendapat dan anjuran yang justru semakin menjerumuskan si gemuk dalam permasalahan yang Iebih rumit.

Contohnya antara lain:

  • “Masih hangat, dimakan ya… Mama masakin makanan kesukaanmu.”
  • “Tadi aku lewat toko makanan kesukaanmu. ini aku belikan buatkamu.”
  • “Koko sayang, kamu gak usah diet sampai sakit begini. Aku suka kamu apa adanya….”

Seperti halnya provokasi negatif, daftar dan perhatian negatif bisa ditulis berderet-deret dan tidak akan pernah habis. Tapi intinya, itu semua tidaklah bijaksana.

 

FAKTOR KETIGA

Idola atau public figure negatif tidak terlalu kuat pengaruhnya, tetapi cukup signifikan. Bagi beberapa orang, faktor ¡ni menjadi faktor inti yang mampu menimbulkan rasa aman dan nyaman ketika mereka gemuk.

Contohnya adalah:

  • “Gemuk itu bos (jodí orang sukses).
  • “Artis gemuk yang sukses tidak sedikit.”
  • “Karena gemukjadi terkenal mendadak…”

Peniruan yang kurang tepat ini biasanya disebabkan rasa putus asa ketika si gemuk telah berusaha keras berdiet tetapi tidak berhasil. Dan idola si seksi, akhirnya beralih ke ¡dola yang menyerupai dirinya. la mulai menikmati acara yang dipandu pembawa acara yang gemuk, lalu mulai mencari perkumpulan dengan orang-orang yang suka makan, dan lain sebagainya.

Demikian 3 faktor yang cukup berpengaruh terhadap nasib tubuh anda, mau memiliki badan gemuk atau badan langsing….? selanjutnya terserah anda. 🙂

Tags: #Badan Langsing #Pengaruh Badan Gemuk