Perbedaan Antara Virus, Bakteri, Dan Parasit Bag. 1

4025 views

Virus, bakteri, dan parasit merupakan bagian dari germs c microbes (mikroba kuman c), meskipun istilah parasit merujuk pada organisme yang mampu memperbanyak diri secara mandiri. Kuman dapat ditemukan di udara, air, tanah, makanan, tanaman, binatang, serta di hampir semua permukaan. Namun demikian, tubuh manusia merupakan pengecualian, karena kuman tidak hanya ada di permukaanya namun juga di dalamnya. kuman tersebut memiliki ukuran yang bervariasi, yaitu mulai dari seukuran virus yang berukuran submikroskopis, organisme ber-sel satu seperti bakteri sampai dengan parasit. Ukuran parasit sendiri bervariasi mulai dari yang berukuran mikroskopis (seperti parasit malaria) sampai seukuran tungau dan ulat yang dapat tumbuh sampai seukuran beberapa kaki.

Bakteri merupakan organisme lengkap ber-sel satu yang memiliki DNA dan RNA serta dapat dilihat menggunakan mikroskop. Bakteri umumnya berbentuk seperti batang-batang pendek, bulatan atau spiral. Bakteri merupakan organisme yang mandiri; dalam hal ini, mereka tidak memerlukan sel inang untuk berkembang biak karena mereka melakukanya dengan membelah diri. Bakteri termasuk organisme yang paling awal ada di bumi dan telah mampu beradaptasi dengan berbagai lingkungan. Beberapa diantaranya mampu bertahan dalam temperatur yang sangat panas atau sangat dingin bahkan beberapa mampu bertahan dari radiasi yang dapat mematikan bagi manusia. Namun demikian, beberapa bakteri lebih memilih lingkungan yang lebih bersahabat seperti di dalam tubuh manusia atau binatang.

Lactobacillus Acidophilus, bakteri tidak berbahaya yang membantu pencernaan makanan.

Lactobacillus Acidophilus, bakteri tidak berbahaya yang membantu pencernaan makanan.

Tidak semua bakteri berbahaya. Faktanya adalah sebagian besar dari mereka tidak berbahaya. Banyak bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia dan binatang pada umumnya bermanfaat, misalnya, Lactobacillusacidophilus – bakteri yang tidak berbahaya yang berada didalam sistem pencernaan manusia dan membantu mencerna makanan, menghancurkan organisme lain yang menyebabkan penyakit serta menyediakan nutrisi bagi tubuh manusia. Keseimbangan kandungan bakteri dalam saluran pencernaan di pandang sangat penting bagi manusia. Namun demikian, bakteri patogen dapat menyebabkan penyakit melalui beberapa cara. Mereka dapat menyerang jaringan dan organ serta pada kasus tertentu dapat menghasilkan toksin -senyawa kimia yang dapat menghancurkan sel-sel tertenu dalam jaringan yang telah diserang tersebut dan dapat menyebar ke jaringan lain. Organisme yang menyebabkan penyakit raja singa (gonorrhoea/ gonococcus) merupakan salah satu contoh dari bakteri tersebut. Contoh lain seperti bakteri Escherichia coli- atau yang lebih dikenal dengan E.coli – yang menyebabkan penyakit pencernaan yang parah dan umumnya masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang tercemar.Bakteri juga dapat menyebabkan komplikasi sekunder pada jaringan yang sebelumnya telah diserang oleh virus. Hal tersebut terjadi pada kasus radang paru-paru sebagai komplikasi sekunder dari infeksi primer yang disebabkan oleh virus pada organ pernafasan.

Tags: #Bakteri #Parasit #Virus